Jumat, 12 April 2013

format makalah aver



Format makalah klp 2  lab aver
·         Sampul (sama dengan sampul tp)
·         Margin 4333,spasi 1,5, font 12 TNR

Ø  Kata pengantar
Ø  Daftar isi
Ø  Daftar gambar
Ø  Bab 1 pendahuluan
v  Bahas tentang perikanan,avertebrata air,filum
v  Tujuan
v  Kegunaan
v  Rumusan masalah
v  Manfaat
Ø Bab 2 isi
v Filum (seperti format porifera)
Ø Bab 3 penutup
v Rangkuman
v Kesan dan pesan
v Kritik dan saran
v 10 asisten ter-

jenis-jenis lamun

Jenis-Jenis Lamun di Indonesia

Di seluruh dunia diperkirakan terdapat sebanyak 55 jenis lamun.  Hampir semua substrat dapat ditumbuhi lamun, mulai dari substrat berlumpur sampai berbatu. Namun padang lamun yang luas lebih sering ditemukan disubstrat lumpur-berpasir yang tebal antara hutan rawa mangrove dan terumbu karang (Bengen, 2002).. 
Di Indonesia ditemukan sekitar 12 jenis diantaranya sebagai berikut :
Cymodocea rotindata


Cymodocea serrulata
Enhalus acoroides
Halophila decipiens
 
Halophila minor 
Halophila ovalis
Halophila spinulosa
Halodule pinifolia
Halodule uninervis
 Syringodium isoetifolium
Thalassodendrom ciliatum
 Thalassia hemprichii
sumber : http://seagrass-indonesia.oseanografi.lipi.go.id

Kamis, 11 April 2013

Pengembangan Paragraf

1.    Pengertian Paragraf
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. 
2.    Ciri-Ciri Paragraf
Berdasarkan pengertian paragraf tersebut, kita dapat mengenal ciri-ciri paragraf. Tarigan dalam Mudlofar (2002: 95) menyatakan beberapa ciri paragraf, yaitu:
3.    Macam-macam Paragraf
a.     Berdasarkan sifat dan tujuannya paragraf dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1)    Paragraf pembuka
Paragraf pembuka merupakan paragraf yang berperan sebagai pengatur untuk sampai kepada masalah yang akan diuraikan
2)    Paragraf penghubung
Paragraf penghubung ialah semua paragraf yang terdapat antara paragraf pembuka dan penutup yang berisi uraian masalah yang dibahas.
3)    Paragraf penutup
Paragraf penutup ialah paragraf yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. 

b. Berdasarkan kalimat utamanya, paragraf terbagi menjadi:
1)    Paragraf deduksi
Paragraf deduksi ialah paragraf yang kalimat utamanya terletak diawal.
 
2)    Paragraf Induksi  
Paragraf induksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak diakhira paragraf

3)    Paragraf kombinasi (campuran) 
Paragraf kombinasi ialah paragraf yang kalimat utamanya terletak diawal dan diakhir paragraf.

4)    Paragraf deskripsi
Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang tidak memiliki 

c. Berdasarkan isi, paragraf terbagi menjadi:
1) Paragraf narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.

Paragraf deskripsi
Paragraf deskripsi ialah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
    
Paragraf eksposisi

Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

Paragraf argumentasi 

Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Paragraf persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.


4.    Syarat-syarat Pengembangan Paragraf
Sama halnya dengan kalimat yang baik, maka paragraf yang baik juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat itu ialah:
a. Kesatuan
    Yang dimaksud dengan kesatuan ialah paragraf harus memperhatikan dengan jelas suatu maksud atau sebuah tema tertentu. Sebuah paragraf dikatakan memiliki kesatuan bila unsur-unsurnya bersama-sama bergerak menunjang sebuah maksud tunggal atau gagasan utamanya.
b. Koherensi
Sebuah paragraf bukanlah sebuah tumpukan kalimat-kalimat yang masing-masing bersdiri sendiri, tetapi kalimat-kalimat itu dibangun oleh adanya hubungan timbal-balik. Dengan demikian diperlukan urutan pikiran yang koheren (terpadu), sehinga tidak terdapat loncatan pikiran yang membingungkan. Suatu paragraf dikatakan koheren jika kalimat-kalimat itu saling berhubungan untuk mendukung pikiran utama.

5.    Pengembangan Paragraf
a.    Pengembangan alamiah
Pengembangan secara alamiah ini seorang penulis dapat menggunakan pola yang sudah ada pada obyek atau kajian yang dibicarakan. Penulis dapat menggunakan dua pola. Pertama, pola spesial atau urutan ruang, misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari luar kedalam dan sebagainya. Kedua, pola kronologis atau urutan waktu, misalnya gambaran urutan terjadinya peristiwa, perbuatan atau tindakan, tadi sekarang, nanti, besok, dan sebagainya.

b.    Pengembangan klimaks dan antiklimaks

Pembuatan klimaks dilakukan dengan penampilan gagasan utama yang rinci dari persoalan yang paling rendah kedudukannya. Sementara itu pengembangan antiklimaks merupakan kebalikan dari klimaks.

c.    Pengembangan Perbandingan dan Pertentangan
Paragraf perbandingan dan pertenntangan ialah cara pengarang menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang , subjek atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu (Keraf dalam Mudlofar 2002: 99). 

Fanatisme dan semangat yang dua hari lalu sempat pudar, di pertandingan semi final hari Kamis malam telah kembali. Dengan modal itu pula dan teknik permainan yang lumayan baik PSSI A maju ke final turnamen sepak bola Piala Kemerdekaan V, setelah mendudukkan Malaysia 2-0 (1-0). Di final hari Sabtu, PSSI A menghadapi Australia yang mengalahkan Thailand 2-0. (Sumber: Kompas)

d.    Pengembangan analogi
Pengembangan analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah terkenal umum dengan yang tidak dikenal umum.

e.    Pengembangan contoh-contoh
Gagasan yang terlalu umum sifatnya sulit dipahami. Agar pembaca menjadi jelas diperlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Ilustrasi konkret inilah yang nantinya dikembangkan menjadi contoh-contoh.

f.    Pengembangan Akibat -Sebab akibat
Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berupa hubungan sebab akibat dan akibat sebab. Sebab dapat bertindak sebagai kalimat utama, sedangkan akibat merupakan kalimat penjelas. Dapat pula sebaliknya , akibat sebagai pikiran utama dan sebab sebagai pikiran penjelas.

g.    Pengembangan definisi luas
Yang dimaksud pengembangan definisi luas ialah pengarang bermaksud memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal (keraf dalam Mudlofar 2002: 102). 

h.    Pengembangan klasifikasi
Dalam pengembangan karangan kadang-kadang diperlukan pengelompokan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokan ini bekerja kedua arah yang berlawanan, yaitu pertama mempersatukan satuan-satuan kedalam satu kelompok., dan kedua, memisahkan satuan-satuan tadi dari kelompok yang lain (keraf dalam Mudlofar 2002: 103). 

i.    Pengembangan umum khusus-khusus umum
Cara pengembangan paragraf umum khusus-khusus umum merupakan cara yang paling umum dipakai. Paragraf umum khusus dikembangkan dengan meletakkan pikiran utama pada awal paragraf kemudian rician-rincian berada pada kalimat-kalimat berikutnya. Sebaliknya paragraf khusus umum, mula-mula dikembangkan rincian-rincian kemudian pada akhir paragraf disampaikan generalisasinya. Jadi paragraf umum khusus bersifat deduktif, sedangkan paragraf induktif bersifat khusus umum.

RUMUS – RUMUS 20 ASAM AMINO DASAR

1. Glisina (Asam 2-aminoetanoat)
(C2H5NO2)
2. Alanina (Asam (S)-2-aminopropanoat)
(C3H7NO2)
Tugas Biokimia
Opan Sopandi
K4207068
Kultur Jaringan Tanaman
3. Valina (Asam S-2-amino-3-metil-butanoat)
(C5H11NO2)
4. Leusina (Asam S-2-amino-4-metil-pentanoat)
(C6H13NO2)
Tugas Biokimia
Opan Sopandi
K4207068
Kultur Jaringan Tanaman
5. Isoleusina (Asam 2S,3S-2-amino-3-metilpentanoat)
(C6H13NO2)
6. Serina (Asam S-2-amino-3-hidroksipropanoat)
(C3H7NO3)
Tugas Biokimia
Opan Sopandi
K4207068
Kultur Jaringan Tanaman
7. Treonina (Asam2S,3R-2-amino-3-hidroksibutanoat)
(C4H9NO3)
8. Asam aspartat (Asam 2S-2-aminobutandioat)
(C4H7NO4)
Tugas Biokimia
Opan Sopandi
K4207068
Kultur Jaringan Tanaman
9. Asam glutamat (Asam 2S-2-aminopentandioat)
(C5H9NO4)
10. Asparagina (Asam 2S-2-amino-3-karbamoil- propanoat)
(C4H8N2O3)
Tugas Biokimia
Opan Sopandi
K4207068
Kultur Jaringan Tanaman
11. Glutamina (Asam 2S-2-amino-4-karbamoil-butanoat)
(C5H10N2O3)
12. Arginina (AsamS-2-amino-5-(diamino metilidenamino) pentanoat)
Tugas Biokimia
Opan Sopandi
K4207068
Kultur Jaringan Tanaman
(C6H14N4O2)
13. Histidina (AsamS-2-amino-3-(3H-imidazol-4-il)propanoat)
(C6H9N3O2)
14. Lisina (Asam S-2,6-diaminoheksanoat)
Tugas Biokimia
Opan Sopandi
K4207068
Kultur Jaringan Tanaman
(C6H14N2O2)
15. Sisteina (Asam 2R-2-amino-3-sulfanil-propanoat)
(C3H7NO2S1)
16. Metionina (AsamS-2-amino-4-(metilsulfanil)-butanoat)
(C5H11NO2S)
17. Prolina (AsamS-pirolidin-2-karboksilat)
(C5H9NO2)
18. Fenilalanina (Asam 2-amino-3-fenil-propanoat)
(C9H11NO2)
19. Tirosina (Asam S-2-amino-3-(4-hidroksi- fenil)-propanoat)
(C9H11NO3)
20. Triptofan (Asam S-2-amino-3-(1H-indol-3-il)-propanoat)
(C11H12N2O2)

Pengembangan Paragraf

1.    Pengertian Paragraf
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. 
2.    Ciri-Ciri Paragraf
Berdasarkan pengertian paragraf tersebut, kita dapat mengenal ciri-ciri paragraf. Tarigan dalam Mudlofar (2002: 95) menyatakan beberapa ciri paragraf, yaitu:
3.    Macam-macam Paragraf
a.     Berdasarkan sifat dan tujuannya paragraf dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1)    Paragraf pembuka
Paragraf pembuka merupakan paragraf yang berperan sebagai pengatur untuk sampai kepada masalah yang akan diuraikan
2)    Paragraf penghubung
Paragraf penghubung ialah semua paragraf yang terdapat antara paragraf pembuka dan penutup yang berisi uraian masalah yang dibahas.
3)    Paragraf penutup
Paragraf penutup ialah paragraf yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. 

b. Berdasarkan kalimat utamanya, paragraf terbagi menjadi:
1)    Paragraf deduksi
Paragraf deduksi ialah paragraf yang kalimat utamanya terletak diawal.
 
2)    Paragraf Induksi  
Paragraf induksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak diakhira paragraf

3)    Paragraf kombinasi (campuran) 
Paragraf kombinasi ialah paragraf yang kalimat utamanya terletak diawal dan diakhir paragraf.

4)    Paragraf deskripsi
Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang tidak memiliki 

c. Berdasarkan isi, paragraf terbagi menjadi:
1) Paragraf narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.

Paragraf deskripsi
Paragraf deskripsi ialah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
    
Paragraf eksposisi

Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

Paragraf argumentasi 

Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Paragraf persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.


4.    Syarat-syarat Pengembangan Paragraf
Sama halnya dengan kalimat yang baik, maka paragraf yang baik juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat itu ialah:
a. Kesatuan
    Yang dimaksud dengan kesatuan ialah paragraf harus memperhatikan dengan jelas suatu maksud atau sebuah tema tertentu. Sebuah paragraf dikatakan memiliki kesatuan bila unsur-unsurnya bersama-sama bergerak menunjang sebuah maksud tunggal atau gagasan utamanya.
b. Koherensi
Sebuah paragraf bukanlah sebuah tumpukan kalimat-kalimat yang masing-masing bersdiri sendiri, tetapi kalimat-kalimat itu dibangun oleh adanya hubungan timbal-balik. Dengan demikian diperlukan urutan pikiran yang koheren (terpadu), sehinga tidak terdapat loncatan pikiran yang membingungkan. Suatu paragraf dikatakan koheren jika kalimat-kalimat itu saling berhubungan untuk mendukung pikiran utama.

5.    Pengembangan Paragraf
a.    Pengembangan alamiah
Pengembangan secara alamiah ini seorang penulis dapat menggunakan pola yang sudah ada pada obyek atau kajian yang dibicarakan. Penulis dapat menggunakan dua pola. Pertama, pola spesial atau urutan ruang, misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari luar kedalam dan sebagainya. Kedua, pola kronologis atau urutan waktu, misalnya gambaran urutan terjadinya peristiwa, perbuatan atau tindakan, tadi sekarang, nanti, besok, dan sebagainya.

b.    Pengembangan klimaks dan antiklimaks

Pembuatan klimaks dilakukan dengan penampilan gagasan utama yang rinci dari persoalan yang paling rendah kedudukannya. Sementara itu pengembangan antiklimaks merupakan kebalikan dari klimaks.

c.    Pengembangan Perbandingan dan Pertentangan
Paragraf perbandingan dan pertenntangan ialah cara pengarang menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang , subjek atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu (Keraf dalam Mudlofar 2002: 99). 

Fanatisme dan semangat yang dua hari lalu sempat pudar, di pertandingan semi final hari Kamis malam telah kembali. Dengan modal itu pula dan teknik permainan yang lumayan baik PSSI A maju ke final turnamen sepak bola Piala Kemerdekaan V, setelah mendudukkan Malaysia 2-0 (1-0). Di final hari Sabtu, PSSI A menghadapi Australia yang mengalahkan Thailand 2-0. (Sumber: Kompas)

d.    Pengembangan analogi
Pengembangan analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah terkenal umum dengan yang tidak dikenal umum.

e.    Pengembangan contoh-contoh
Gagasan yang terlalu umum sifatnya sulit dipahami. Agar pembaca menjadi jelas diperlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Ilustrasi konkret inilah yang nantinya dikembangkan menjadi contoh-contoh.

f.    Pengembangan Akibat -Sebab akibat
Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berupa hubungan sebab akibat dan akibat sebab. Sebab dapat bertindak sebagai kalimat utama, sedangkan akibat merupakan kalimat penjelas. Dapat pula sebaliknya , akibat sebagai pikiran utama dan sebab sebagai pikiran penjelas.

g.    Pengembangan definisi luas
Yang dimaksud pengembangan definisi luas ialah pengarang bermaksud memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal (keraf dalam Mudlofar 2002: 102). 

h.    Pengembangan klasifikasi
Dalam pengembangan karangan kadang-kadang diperlukan pengelompokan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokan ini bekerja kedua arah yang berlawanan, yaitu pertama mempersatukan satuan-satuan kedalam satu kelompok., dan kedua, memisahkan satuan-satuan tadi dari kelompok yang lain (keraf dalam Mudlofar 2002: 103). 

i.    Pengembangan umum khusus-khusus umum
Cara pengembangan paragraf umum khusus-khusus umum merupakan cara yang paling umum dipakai. Paragraf umum khusus dikembangkan dengan meletakkan pikiran utama pada awal paragraf kemudian rician-rincian berada pada kalimat-kalimat berikutnya. Sebaliknya paragraf khusus umum, mula-mula dikembangkan rincian-rincian kemudian pada akhir paragraf disampaikan generalisasinya. Jadi paragraf umum khusus bersifat deduktif, sedangkan paragraf induktif bersifat khusus umum.

Lirik Lagu Boys Like Girls Feat Taylor Swift – Two Is Better Than One


I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought
"Hey, you know, this could be something"
’Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
And now I’m left with nothing
So maybe it’s true
That I can’t live without you
And maybe two is better than one
There’s so much time
To figure out the rest of my life
And you’ve already got me coming undone
And I’m thinking two is better than one
I remember every look upon your face
The way you roll your eyes
The way you taste
You make it hard for breathing
’Cause when I close my eyes and drift away
I think of you and everything’s okay
I’m finally now believing
That maybe it’s true
That I can’t live without you
And maybe two is better than one
There’s so much time
To figure out the rest of my life
And you’ve already got me coming undone
And I’m thinking two is better than one
I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought, "Hey,"
Maybe it’s true
That I can’t live without you
Maybe two is better than one
There’s so much time
To figure out the rest of my life
And you’ve already got me coming undone
And I’m thinking
I can’t live without you
’Cause, baby, two is better than one
There’s so much time
To figure out the rest of my life
But I’ll figure it out
When all is said and done
Two is better than one
Two is better than one