Jumat, 12 April 2013

Fenomena Alam


1. Pohon Jaring Laba-Laba – Pakistan
Sebuah efek samping yang tidak terduga dari banjir besar yang menggenangi seperlima bagian dari Pakistan adalah bahwa jutaan laba-laba merubah pohon menjadi semacam kepompong sebagai tempat perlindungan. Mereka merangkak ke pohon untuk menghindari banjir. Jaring laba-laba raksasa juga pernah ditemukan terjadi di Texas. Para ahli telah mempelajari lebih dari 240 spesimen dan telah berhasil mengidentifikasi 12 keluarga laba-laba yang dapat membuat jaring yang sangat besar.
2. Badai Pasir – Phoenix, Amerika Serikat
Badai Pasir
Gambar yang luar biasa ini menunjukkan badai debu besar yang menelan Phoenix pada tahun 2011. Badai pasir berasal dari Tucson dan tersebar di daerah kira-kira selebar 80 kilometer. Awan debu mencapai ketinggian 3.000 meter sebelum tiba di Phoenix. Badai pasir adalah fenomena meteorologi yang umum di Arizona, tetapi penduduk setempat dan para peneliti mengatakan badai yang terjadi pada tanggal 5 Juli ini luar biasa besar. Ukuran badai, dan jumlah debu yang terangkat sangat tidak biasa.
3. Puting Beliung Air - Australia
Empat buah puting beliung air tornado tertangkap kamera terjadi di lepas pantai Australia pada Mei 2011. Fenomena alam yang sangat menarik ini membuat takjub penduduk setempat, beberapa di antaranya telah tinggal di kawasan itu selama lebih dari 45 tahun dan belum pernah melihat puting beliung air seperti ini. Keempat puting beliung air ini mencapai ketinggian hampir 700 meter. Puting beliung air secara umum diklasifikasikan menjadi dua kategori: puting beliung air tornado dan puting beliung air biasa. Puting beliung air tornado dimulai sebagai tornado yang terjadi di atas tanah dan kemudian pindah ke air. Ukuran mereka dapat bervariasi dari beberapa meter hingga lebih dari satu kilometer tingginya dan dapat selebar puluhan meter.
4. Pusaran Air – Pelabuhan Oarai, Jepang
Sebuah pusaran air yang sangat besar muncul di lepas pantai timur Jepang setelah tsunami melanda negara tersebut. Pusaran di dekat pelabuhan Oarai berlangsung selama beberapa jam dan terjadi karena interaksi antara arus yang deras dan keadaan geologi dari garis pantai dan dasar laut. Pusaran air seperti ini sangat umum terjadi ketika tsunami. Beberapa pusaran air yang paling terkenal dan kuat adalah Moskstraumen (juga dikenal sebagai pusaran air Lofoten), Saltstraumen, Corryvreckan dan pusaran air Old Sow. Penulis terkenal seperti Edgar Allan Poe, Jules Verne dan Herman Melville menggambarkan pusaran Lofoten dalam tulisan mereka.
5. Salju di Gurun – Gurun Namibia, Afrika
Setelah mengalami kondisi kering selama lebih dari 50 juta tahun, Gurun Namib dianggap oleh para ahli sebagai padang pasir tertua di dunia. Salju yang terjadi di tanah kering Namibia merupakan peristiwa yang sangat langka. Statistik menunjukkan bahwa salju menyelimuti Gurun Namib setiap sepuluh tahun. Salju langka tersebut terakhir terjadi pada Juni tahun 2011 silam yang jatuh pada siang hari, dari pukul 11 pagi sampai sore hari. Ahli meteorologi mengatakan suhu terendah yang dicatat oleh stasiun cuaca pada hari itu adalah minus 7 derajat, di kota Otjozondjupa.

6. Pantai Cappuccino – Lancashire, Inggris
Pada bulan Desember 2011, resor tepi laut Cleveleys, Lancashire diselimuti dengan busa laut. Menurut para ahli, busa laut tersebut berasal dari molekul lemak dan protein yang berasal dari penguraian makhluk laut kecil (phaeocystis). Busa ini terbentuk ketika angin kencang menyapu sisa-sisa yang penguraian tersebut. Karena sisa-sisa penguraian ini dapat berperan sebagai senyawa agen penghasil busa.
7. Tornado Api – Brasil
Sebuah fenomena langka yang dikenal sebagai “tornado api” telah tertangkap kamera di Aracatuba, Brasil beberapa tahun yang lalu. Kombinasi mematikan suhu tinggi, angin kencang, dan kebakaran hutan adalah penyebab pusaran api ini. Salah satu tornado api yang paling ekstrim adalah tornado api yang terjadi di Jepang. Pada tahun 1923, gempa bumi besar di Kanto menghancurkan Tokyo, Yokohama dan sekitarnya. Setelah itu badai api menyebabkan kerusakan luar biasa. Pusaran api besar tersebut menewaskan 38.000 orang hanya dalam waktu lima belas menit.
8. Abu Vulkanik yang Menyelimuti Danau Nahuel Huapi – Argentina
Letusan gunung berapi Puyehue, di dekat kota Osorno, Chili selatan, menyebabkan sesuatu yang sangat luar biasa di negara tetangganya, Argentina. Angin timur laut meniup abu sampai ke Argentina, sehingga beberapa bagian dari Danau Nahuel Huapi ditutupi oleh lapisan tebal abu vulkanik. Tidak seperti abu yang tersisa setelah pembakaran kayu atau material lainnya, abu vulkanik terdiri dari partikel batuan kaca dan partikel bebatuan lainnya, sehingga sangat kasar dan keras. Yang membuat keadaan lebih buruk lagi, abu vulkanik ini tidak dapat larut di dalam air. Dengan kedalaman 465 m dan permukaan seluas 529 kilometer persegi, Nahuel Huapi adalah danau air tawar terdalam dan terbesar di Argentina. Danau ini membentang 100 km di sepanjang perbatasan Chile.
9. Suara Laut Hitam yang Membeku – Ukraina
Jika anda pernah bertanya-tanya bagaimana sebuah laut yang sedang membeku terdengar, maka inilah jawabannya. Lautan yang membeku terdengar seperti kuku yang menggaruk papan tulis.
10. Asap Laut – Laut Hitam, Rumania
Sinar matahari yang hangat dapat membuat tanah yang lembab mengeluarkan uap airnya, begitu juga dengan danau, laut atau samudra jika udara di atasnya cukup dingin. Fenomena ini biasanya disebut kabut uap (jika terjadi di atas air tawar) atau asap laut (jika terjadi di atas air asin). Gambaran spektakuler di atas diambil beberapa bulan yang lalu di Rumania, yang menangkap asap laut yang sangat indah di atas Laut Hitam